Senin, 09 Mei 2011

TEORI PERKEMBANGAN J.BRUNER

TEORI PERKEMBANGAN MENURUT J.BRUNER

Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Jerome Bruner, seorang ahli psikologi yang terkenal telah banyak menyumbang dalam penulisan teori pembelajaran, proses pengajaran dan falsafah pendidikan.
Teori belajar bruner dikenal oleh tiga tahapan belajarnya yang terkenal, yaitu enaktif, ikonik dan simbolik. Pada dasarnya setiap individu pada waktu mengalami atau mengenal peristiwa yang ada di dalam lingkungannya dapat menemukan cara untuk menyatakan kembali peristiwa tersebut di dalam pikirannya, yaitu suatu model mental tentang peristiwa yang dialaminya. Hal tersebut adalah proses belajar yang terbagi menjadi tiga tahapan, yakni:
(1) Tahap enaktif, dalam tahap ini peserta didik di dalam belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek-obyek secara langsung.Pengatahuan diberikan terlebih dahulh kemudian peserta didik dituntut aktif dengan melakukan praktik .
(2) Tahap ikonik, pada tahap ini menyatakan bahwa kegiatan anak-anak mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari obyek-obyek. Dalam tahap ini, peserta didik tidak memanipulasi langsung obyek-obyek, melainkan sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep (Sugandi, 2004:37).
(3) Tahap simbolik, tahap ini anak memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak ada lagi kaitannya dengan objek-objek. Anak mencapai transisi dari pengguanan penyajian ikonik ke penggunaan penyajian simbolik yang didasarkan pada sistem berpikir abstrak dan lebih fleksibel. Dalam penyajian suatu pengetahuan akan dihubungkan dengan sejumlah informasi yang dapat disimpan dalam pikiran dan diproses untuk mencapai pemahaman.
Bruner bersetuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif kanak-kanak adalah melalui peringkat-peringkat tertentu. Salah satu bukti setujunya Bruner dengan Pieget yakni adanya pendirian Bruner, bahwa setiap mata pelajaran dapat diajarkan dengan efektif dalam bentuk jujur secara intelektual kepada setiap anak dalam setiap tingkat perkembangannya.Pendiriannya ini didasarkannya sebagian besar atas penelitian Jean Pieget tentang perkembangan intelektual anak(Nasution,1982:6). Walau bagaimanapun, Bruner lebih menegaskan pembelajaran secara penemuan yaitu mengolah apa yang diketahui pelajar itu kepada satu corak dalam keadaan baru (lebih kepada prinsip konstruktivisme).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan anda berkomentar,namun tetap jaga kesopanan dengan tidak mengirim spam